Cerpen

1.  Arti Sebuah Senyuman

Hujan turun begitu deras saat bunda pergi kedalam pelukan-Nya. Air mata tak bisa berhenti mengalir seperti hujan yang tak henti jatuh , saat kulihat wajah bunda yang tersenyum damai. Aku terus menatap mata bunda, mata yang selalu membuat diri ini tersenyum, tapi senyuman ku sekarang terkunci rapat. Hanya tangisan dan teriakan yang menyebut “BUNDA”. Seseorang yang tak a sing lagi datang menghampiriku seseorang yang dulu menggoreskan luka dihatiku dan yang lebih menyakitkan dihati bunda. Seseoranng itu adalah Ayahku sendiri yang meninggalkan kami disaat bunda sedang sakit gara-gara wanita yang membuatnya buta. Aku tak ingin dia menatap wajah bunda yang begitu suci tak ingin wajah bunda yang begitu damai bertemu dengan lelaki seperti dia yang telah membuat bunda semakin parah penyakitnya dan sampai bunda dibawa oleh yang di atas.

 
“pergi kamu jangan dekati bundaku”teriakku menghalangi tubuh bunda yang sudah kaku.
“tasya maafkan ayah ”dia berusaha memelukku tapi aku melepaskan pelukan itu
“ayah? ”aku tertawa kecut
“ayahku sudah mati, mati karena wanita lain sekarang aku anak yatim piatu. Anda puas”aku membentak dengan tangisan yang tak bisa dibendung.
“tasya sudahlah biarkan ayahmu melihat bundamu”ujar bibiku.
 
“tasya tak rela kalau orang ini melihat wajah bunda yang begitu damai, tasya tak mau bunda menangis bibi ”aku semakin menangis. Tubuhku lemas, dan “BRUGGG” tubuh lemahku terjatuh pingsan.
Aku melihat bunda begitu sehat tersenyum indah padaku memakai baju putih yang indah disebuah padang ruput yang hijau, aku berlari dengan senyuman. Tapi bunda semakin menjauh, aku mulai gelisah dan terus berlari tapi bunda terus menjauh aku mulai menangis dan aku terbangun , itu hanya mimpi. .
“tasya. . . kamu sudah sadar”Tanya bibiku
“bunda dimana?”tanyaku pada bibi. Dia memelukku dengan tangisannya
“tasya ibumu sudah dimakamkan, tasya kamu harus kuat dalam menjalani cobaan hidupmu. Bibi yakin kamu pasti bisa melewati ini semua”Bibi menangis membasahi bajuku. Aku tterdiam sekarang aku sendiri bunda sudah ada dalam pelukan-Nya. Maaf bunda Tasya tak bisa mengantar bunda . aku menangis bersama pelukan Bibi.
 
***
Sudah seminggu setelah bunda pergi, aku menjadi pendiam tak ada senyuman lagi dimulutku ini, tak ada keceriaan yang tampak diwajahku yang ada hanya kesedihan. Di sekolah aku menjadi penyendiri walau sahabat-sahabatku selalu menyemangatiku tapi itu tak bisa merubah segalanya.
“Tasya kamu mau ikut aku ketemu dengan Nugi, dia bawa temannya yang menurutku dia baik. Ayolah Sya ikut aku ya” ujar temanku yang menarik-narik tanganku.
Aku menghela napas “hah”.
 
“maaf Nita aku gag bisa, aku lagi gag mood”ujarku dengan wajah murung
Dia menarik tanganku.
 
“pokoknya kamu harus ikut, mereka nunggu kita di taman ” Nita memaksaku ikut , ya apa boleh buat aku pun mengikuti keinginannya.
Kita sudah sampai ditaman di tengah sekolah kami.
Terlihat dua orang pria yang tersenyum pada kita. Ku lihat Nita sangat senang bertemu sang pujaannya.
 
“hay maaf ya lama nunggunya”.
“kenalin ini temanku Tasya imutkan ?”
Mereka tersenyum
“hay aku Nugi pacar Nita”senyumnya sambil memberikan tangannya padaku
“tasya”ujarku yang tersenyum terpaksa
 
“aku Yudis temanya Nita dan Nugi”senyumnya yang juga memberikan tanganya
“tasya”kami pun bersalaman. Aku seperti orang bodoh berada ditengah tengah orang yang sedang saling jatuh cinta, aku iri nita tertawa lepas .sedangkan aku hanya diam tak ada yang bisa buat aku tersenyum seperti nita. Yudis mendekatiku dan memberikan selembar kertas yang berisi puisi
Arti Hidup
semuanya terasa begitu hamoa
tak ada lagi klasih sayang yang kurasakan
ini begitu sulit ini begitu asing bagiku

Moga Cerpen Remaja 2012 : Arti Sebuah Senyuman   kalian suka ya, Bdw Yuk mari kirim cerpen dan puisi mu di aneka remaja, ntar pasti akan di post kok yang belom sabar ya ^_^.

 

2. Judul : Bertepuk Sebelah Tangan
Kategori : Cinta
Karya : Mila Aja
Kucoba tuk terima kenyataan pahit ini, walau ku harus terluka tuk selamanya……..
Cinta tak dapat di tebak bagaimana lajunya….

Cinta tak dapat di atur,
Cinta bisa menjebak dikala kita lengah…..
Sekarang, cinta sebuah benih yang kita pelihara seperti bunga
Indah…..
Tapi kau akan berkata lain jika yang kau cinta meninggalkanmu
Kau kan berkata,aku benci dia!
Kau akan berkata, aku menyesal men-CINTA-inya
Dan kau pun akan berkata, aku tidak mau menjumpainya lagi…..
Jangan kau mencintai cinta,
Karna kau kan menyesal…
Cinta…
Tak dapat di undang,karna kan datang sendiri..
Cinta…..
Anugrah yang sangat indah dari Tuhan yang Esa
Fitrah bagi manusia…..
Cinta….
Berkembang tanpa kita sadari, saat pertama kali jatuh….
Jika kau punya cinta, dan kau pun kan rela berkorban apa saja tuk sang kekasih…
Dan, walau kau jatuh sakit karenanya,kau takkan menyalahkannya…
Cinta,
Bukan benda, bukan makhluk
Tidakkan bisa tuk di khianati, di sakiti, di lukai
Karena cinta, terlukis dari rasa hati yang mendalam….
Cinta, bukan diciptakan untuk di ejek, dihina, dikucilkan….
Karna dia zat yang halus dan lembut…..
Cinta hanya butuh ketulusan,kesetiaan,dan kepercayaan, Bukan materi ataupun kekuasaan…….

Bait-bait puisi yang selalu terngiang ketika ku teringat peristiwa dengan Fariz, saatku di campakkan hanya karena aku tak di perbolehkan memasuki hatinya, saatku harus rela menerima rasa sakit hati yang teramat perih, saatku……
Ahh….. walaupun sekarang kau jauh di sana, Fariz, cintaku kepadamu tetap abadi di dalam hatiku…. walaupun sekarang aku tak pantas lagi tuk mencintaimu, tapi percayalah, sampai saat ini aku masih mencintaimu, menyayangimu, dan merindukanmu……
Tak terasa, aku melamun….
yah, sampai Rina datang, aku nggak tau. Rupanya, Rina kesal melihatku bengong.
“Hey!! Ary! Bangun!!”
“Eh,oh,ap,apa,Rin?”
“Apa Rin,apa Rin, elo tu lho! Kok bengong….. aja kerjaannya? Heran deh, ketemu Regi bengong, ketemu elo, bengong juga, apa anak-anak IC pada kena virus bengong????” Cibir Rina
“Hahaha… ya, enggaklah,Rin! Kali aja elo yang apes ketemu ma orang yang hobi bengong, jadinya ya……. gitu deh! Hehehe….” Komentarku mendengar Rina mencibir.
“Eh, tau nggak Ar?”
“Emang napa? Jangan mulai lagi ,ya…..”
“ Ye….. emang gue biang gossip apa?”
“Lho,emang ke bukti kan kalau elo yang selama ini jadi biang gossip?”
“Hehehe…….. iya sih….. tapi,ini beneran….. suer deh!”
“Iya deh….apaan emang?”
“Nah….gitu dong! Jadi gini,ini kabar buat elo,lho!dengerin makanya!”
“Iya iya… ini juga mau ndengerin….”
“Ehem…. Di beritakan bahwa…”
“Udah…. Ayo cepetan!”potongku
“Yah…. Entar dulu dong! Jangan motong-motong omongan orang,dong! Musti pake’ intermezzo dulu…”
“Tapi ini udah mau masuk…”
“Ya udah deh…. Itu lho,ketua kelas 10 F naksir…” Ceritanya sambil tersenyum jahil
“Naksir siapa?” Tanyaku heran
“Ya elah, ni anak, ya sama elo lah!”
“Alah, gak mungkin kale!!”
“Ya elah, ni anak…. Elo gak percaya nih?”
“Enggak!”
“Kenapa?”
“Ya… gak percaya aja! Emang elo tahu dari mana?”
“Oh…itu rahasia perusahaan….hehe..Eh,eh,tuh orangnya lewat”
“Ah bodo!”
“Eh…… ni, gue panggil, ya?”
“Panggil aja, sebodo amat!”
“Ar,Ari,Ari!”
“Eh, gue gampar muka lo,ya!” teriakku sambil membekap mulut Rina.Enak aja dia memanggil ketua itu memakai namaku! Huh!! Gerutuku dalam hati.
Sekilas kulihat ketua kelas itu tersenyum salting, tapi… ah, sebodo amat!
“Ih, Ar, kok elo gitu sih? Emang namanya sama ama nama lo! Kegeeran banget si lo! Hahaha…. Lagian elo juga tega amat sih ma doi? Lumayan lho! Daripada si Fariz itu? Apaan? Cinta ES-EM-PE! Woi, non, sekarang dah SMA!!Masih nyentel aja! Dah sono lupain aja dia! Trus, ganti noh, ma yang tadi! Susah amat!”
Ku pandangi Rina dengan tatapan yang terluka,marah,dan nggak percaya.Sesak dadaku mendengar Rina berkata kayak gitu. Aku nggak percaya dia mengucapkannya.
Aku berlari meninggalkannya (Rina-red) sempet kudengar teriakannya tapi, aku nggak menghiraukan dia lagi, aku terus berlari dan berlari hingga aku sampai di sebuah ruangan yang telah menjadi ruangan menangisku(kamar-red). Aku menangis menumpahkan seluruh kesedihanku selama ini…..
Di tengah suasana,terngiang olehku,sebuah puisi yang pernah ku buat untuk Fariz ketika ku berada di SMP dulu,

Kau sempat ucapkan benci….
Disaat kau tahu ku cinta
Tapi, perasaanku tak berpaling darimu
Kau ucapkan ku mengganggu
Saat ku datang kembali…
Buat luka ini menganga dan tak menutup…
Tahukah kamu…
Semalam tadi….
Aku menangis…..
Mengingatmu, mengenangmu…
Mungkin hatiku…..
Terluka dalam atau selalu
Terukirkan cinta untukmu …….
Ku tlah hadirkan diri
Tuk coba masuk hatimu
Tapi kau pilihnya
Dan menyakiti hatiku….

Fariz….. aku kangen sama kamu….. kapan kita bisa ketemu lagi? aku masih tetap menjaga hatiku Riz, semua ini hanya untuk kamu, dan syukurlah, di IC dilarang berpacaran,suka-sukaanpun jarang. Riz, aku ingin bertemu sekali… saja. Habis itu, berkali-kali….hehehe..
Riz, tau nggak? Aku sering nggak bisa tidur karna inget kamu terus….
Dan di sini cowoknya gak ada yang the best kayak kamu….. lagian kamulah orang yang terganteng di dunia, (menurutku lho!hihihi) hmmm…. besok tanggal berapa, ya? Oh iya, hari ultahmu, ya? Wah, berarti, besok aku harus ke warnet nih, biar bisa ngucapin met ultah ke kamu.hehehe…..
Ya udah, ya Riz, baik-baik, ya?dah…
Kututup halaman terakhir diaryku,diary khusus untuk curhatku tentang Fariz. Segera aku berlari ke kelas, mudah-mudahan, Bu Novi belum masuk kelas.
Huh.. syukurlah Bu Novi belum masuk kelas. Jadinya aku bisa ngatur nafas dulu.
Beberapa detik setelah aku masuk kelas, Bu Novi datang, lagi-lagi aku ber-huh ria. Pelajaran bahasa inggris pun berjalan seperti biasa…
tiba-tiba, aku teringat salah satu lagu yang pernah dinyanyikan Fariz di SMP dulu. Uh….aku kangen banget sama kamu Fariz!!! Rintihku dalam hati sambil tersenyum-senyum.
Tak ku sadari,senyumku di lihat oleh Bu Novi,akhirnya, aku di suruh nyeleseiin bagian-bagian yang rumpang dari bacaan di papan tulis. Huh,untung,soalnya nggak susah-susah amat. kalau susah, pegimane? Matilah aku!
Setelah pelajaran hari itu selesai,aku bisa melepaskan seluruh penatku di ruangan kesayanganku (kamar-red). Dan bisa membuka diaryku sepuasnya.Setelah itu, baru aku tidur.

Sorenya, aku pergi ke warnet, membuka FB dan mau ngucapin ‘met ultah’ ke Fariz, eh, tunggu, ada undangan acara masuk! Oh,ternyata keluarga anker ’08 dan nobee! Akan mengadakan reuni bersama! Tempatnya di Jogja, restoran KFC pusat dekat toko buku Gramedia.wah, mantap!!! Tanggal libur lagi!! Yuhu!!! Seruku dalam hati.
Setelah aku ketik ucapan ‘met ultah’ di dindingnya Fariz, aku kembali ke kamar untuk menulis diary tentang undangan reuni ini.
Beberapa bulan kemudian….
Akhirnya…….. saat ini tiba!! Aku sudah mengangkasa dengan Garuda. Menuju Jogjakarta……
Senangnya hatiku, akan ke Jogjakarta kini aku bernyanyi dengan riang……
Hahaha….. aku tertawa dalam hati.
Sesampainya di bandara Adisucipto….
Belum apa-apa, udah kebayang gimana acara ntar malem, pasti seru! Ujarku sambil tersenyum dalam hati.
“Eh,Ar, lapo mesam-mesem?”
“Eh,oh,eh,kamu Ra, hehe, gak papa kok! Trus, ni gue mo di bawa ke mana?”
“Moso’ langsung? “
“Ya elah, emang mo kemana?”
“Yo mbok kowe mlaku-mlaku dhisik…..”
“Oh,nggak deh, ntar aja, sekarang aku nginap di mana?”
“Oh, nginepe? kuwi lho, nginep ndek hotel guedhe banged… ndek Mutiara Malioboro iku lho! eh, tapi, kowe ta’ anter nang buketuane dhisik,yo!”
“Oke, ayo!”
Setelah ketemu Katy(buketua-red), aku pun tidur-tiduran di salah satu kamar hotel Mutiara ini, tapi, katanya(Katy-red),ada seseorang yang akan menemaniku tidur malam ini. Aku sempat mengerutkan dahi heran,emangnya sapa? Dan kenapa Katy seperti milihin buat aku? Aku bertanya-tanya dalam hati,tapi, seperti biasanya, sebodo amat!haha…..
Malam harinya,ketika aku baru selesai berendam, Katy mengetuk pintu dan berkata,kalau orang yang akan menemaniku tidur sudah datang, lalu, aku membuka pintu,dan… alangkah kagetnya aku! Dia….dia….dia Kirana!!! Tak pernah ku sangka, aku terkejut….
Belum hilang rasa kagetku, Katy membawaku turun ke bawah buat ngikutin acara reuninya.
Sampai dipenghujung acara,hari belum terlalu malam,terjadilah sesuatu yang sangat membuatku terpukul, syok,dan kaget…
FARIZ MENYATAKAN CINTANYA!!!!!!
Hatiku langsung hancur berkeping-keping,cinta yang selama ini telah aku jaga dengan susah payah, telah diluluh-lantakkan dengan sebuah kalimat: AKU MENCINTAIMU darinya untuk Kirana.
Aku udah nggak kuat lagi, aku nggak mau keliatan begitu terluka di hadapan Fariz, aku melarikan diri dari huru-hara reuni itu.
Hingga sampailah aku di sebuah taman,yang sama merananya denganku,sepi,tanpa tanda-tanda kehidupan. hingga aku bisa menangis sepuasnya,dan tidak membuatku merasa malu….
Tapi, tunggu dulu, ada sepasang mata yang terus mengawasi Ari…
Setelah aku ngerasa lega dan puas,aku pun kembali ke acara tadi,
yah,kan manis-manis gini, aku juga kangen ma temen-temen…hehehe…. kata hatiku.
Sampai di sana, aku di sambut sama wajah horor teman-teman yang otomatis membuatku bingung. Tetapi,aku di perlakuin kaya’ gitu emang ada sebabnya! Yang pertama, aku menghilangkan diri tanpa capcipcup…, yang kedua, aku nggak ngikutin rapat reuni, yang ketiga, kalau sebenarnya, aku adalah sie yang bertugas nentuin tempat dan biaya pemberangkatan saat jalan-jalan besok!!!! Parah,kan???
Waduh…..beneran mati berdiri nih, gue! kayaknya air mukaku sudah pucat, nih! Batinku.
Melihatku seakan-akan mati berdiri, Melinda bertindak,
“Emmm, gini aja deh, Ar, U tentuin tempatnya now, and biayanya, U serahin tomorrow, before berangkat,oke! Deal?” Tawar Melinda.
“Ya deh, oke, deal!”
“Yo wis, bubar, istirahat!!!” Komando Ira.
“Siap komandan!!!!!” Candaku dan teman-teman.
Ketika aku akan memanggil Kirana untuk mengambil kunci kamar,tak sengaja, aku melihat Fariz mencium dahi Kirana.Kubiarkan mereka terhanyut oleh suasana romentisme itu.Semakin lama aku melihat mereka bermesraan seperti itu,semakin sakit hati ini.Karna aku udah nggak kuat, dengan segala resiko, aku memberanikan diri meminta kunci ke Kirana,
“Na, elo bawa’ kuncinya kan? Sekarang mana? Gue mo tidur nih, ngantuk!”
“Eh, oh, ya, aku bawa’,nih, ambil”
“Thank’s,and sorry…”
“Sama-sama “
Aku pun membereskan barang dengan cepat, dan membersihkan tempat tidurku sebersih-bersihnya, serapi-rapinya. Ku tancapkan pesan ‘bangunkan aku jam setengah tiga’ buat Kirana di atas meja disamping tempat tidur.sekarang aku berjalan ke kamar mandi buat membersihkan diri,menata hati.setelah selesai,aku duduk di balkon kamar.Hmm.. di sini kayaknya lebih tenang.pikirku.Malam semakin larut, bintang mulai bermunculan bulan semakin temaram dan langit semakin gelap. Terkuras habislah sudah airmataku, tak bisa terima kenyataan ini. Tasya yang aku telphon terus menerus menghiburku, menenangkanku, agar aku bisa berhenti bersedih Karna ku tak tahan mendengar suaranya yang kelihatannya lelah,lagipula akupun sudah mengantuk, kuputuskan untuk beranjak tidur.
Kirana belum kembali ke kamar.aku cemas.tapi……untuk apa aku mencemaskannya? Bukankah aku seharusnya senang,jika dia tak ada? Tapi……. Ah….udahlah,toh,nanti dia akan kembali dengan sendirinya.. Pagi menjelang, hari ini, keluarga anker dan nobee, berangkat ke tempat rekreasi yang telah di tentukan, pantai paris.
Ya udah, aku berusaha tampil seceria mungkin agar tak ada yang curiga! Oke, mentari, sambut senyumku dengan hangatnya sinarmu…….
Tapi, ada sepasang mata yang terus mengintai Ari dari jauh.dan mengikutinya selalu.
Sampai deh di paris! Uh, bisa item nih! Aku pake’ sunblock dulu, ah! oh, ya aku kan bawa kamera! Aku mo foto-foto ah ma temen-temen…. kataku dalam hati.
Momen pemotretan itu terjadi juga! Berlangsung lama banget! Pastinya tanpa aku… Karena aku juru fotonya!!yiiiha!!!hahaha….
Tiba-tiba, Melinda usulin hal yang berhasil membuatku terluka lagi,yaitu, ngajak temen-temen yang udah punya pasangan untuk berpotret berdua,tentu dengan kameraku..
Kulirik Tasya,teman-teman yang lain,Kirana,dan terakhir Faryz.
yang kulihat, Kirana dan Faryz tersenyum dan berpandangan mesra, kulihat teman-teman senang,kulihat, Tasya agak panik.aku hanya bisa menghela napas, berat.yah udahlah, mo diapain lagi? Toh semua dah setuju.
Nah, tiba-tiba Tasya datang dan minta gantian denganku.yah,apa boleh buat?mendingan gini daripada aku harus ngeluarin air mata lagi? Lebih baik,aku gantian ma Tasya.ya udah aku milih leyeh-leyeh di warung pinggir laut kukup.
Abis semua puas, kita semua balik ke hotel Mutiara.abis ntu semua siap-siap pulang ke rumah masing-masing.
Sementara semua sedang packing,aku malah sibuk membungkus sesuatu.Coz, ini untuk Fariz, aku pengen ngasih dia sebuah hadiah perpisahan…..
Dan sebagai bentuk rasa sayangku padanya yang harus berakhir……
Rintik hujan bergulir deras sekali,rombongan Jakarta udah berangkat.nggak ada yang mo nganter. Coz, dah pulang semua…..( kecuali Kirana pastinya..)tinggal aku seorang (orang laen) yang belum pulang.akhirnya sebelum Fariz dkk naik pesawat, aku panggil Billy.aku serahin kado itu, dan minta tolong buat dikasihin ke Fariz…
“Lho Ary, lo kok hujan-hujanan?”
“Yo’i gue pengen ngasihin ini buat Fariz, tolong,ya!”
“Iya…. tapi, jangan hujan-hujan lagi,ya! Ntar elo sakit,lho….”ucapnya sambil tersenyum padaku.
“Oke,bos! lo dkk juga hati-hati!”
Kupandangi mereka menjauh, menaiki tangga pesawat.dan masuk tanpa menoleh lagi, hingga perlahan-lahan, pesawat mengangkasa……kuraba hatiku, kurasakan, cintaku mengambang, ya, mengambang seperti awan di atas sana…..
Dan, ku harus sadar, karna cintaku memang tak disini.
************

Beberapa tahun kemudian…..

“Ary?”
Aku menoleh,tapi,tak kudapati seseorang yang memanggilku.
“Arya kusuma putri,kan?”
Aku menoleh lagi,kini kudapati seseorang yang berdiri tepat di hadapanku.dengan heran,aku mengangkat wajah,sedikit mendongak.lalu,kudapati sebentuk senyum di wajah orang itu.
“ Iya,kan?? Berarti benar dugaanku.” Lanjutnya.
Terus kupandangi dia.dia seperti peneliti yang sedang menelitiku.berbicara sendiri,tersenyum sendiri.
Akhirnya, aku bertanya dengan heran.
“ Maaf,anda siapa,ya? Sepertinya anda kenal sekali dengan saya.”
Dia menoleh,dan tersenyum.
“Hey!! Kemana ja lo,Ar??Hey,hey…bangun……ni di london,coy!! Bangun…bangun….” Ujarnya sambil menggoyangkan sebelah tangannya di depan mukaku.
“Sorry…..sorry… saya benar-benar lupa….. memangnya kita pernah bertemu?” desakku.kesal juga nggak langsung di jawab.
“Hhh… ya udahlah! Kamu masih inget Rio?Rionda satriya ?? “
“Rio?Rionda satriya? “
“Iya…. Rio,anak SMP Bakti Bangsa itu….”
Seketika,aku tersenyum.teringat wajah mantanku dulu itu.
“Oh….. iya,iya,aku ingat,memangnya,Rio itu siapanya kamu?”
“Yah,elah…… ya ini,ini gue,Rio….”
“Ha?? Ya ampun,Rio……. Kok gak bilang sih,ke gue tadi?? Ih…” ujarku sambil mencubitnya.gemes.
“Aw!! Hahaha…. Gak papa,lagian,ngeliat lo yang pnasaran kya’ gtu,seru juga!!”
“Ih!!!!” seruku sambil memukul-mukulnya ringan.
“Udah..udah….hahaha….. trus, lo ke sini ngapain? Bukannya,elo gak suka taman?”
“oh… tu,gue ke sini cuman mo nenangin diri.sumpek ma rutinitas kuliah. Lo ndiri?”
“Gue ke sini,karna tadi liat elo Ar….”
“Waduh…. Gombalnya keluar deh….”
“Hahaha…… elo tau juga kalo gue lagi nggombal!”
“Yaiyalah…. Emang gue baru kenal ma elo? Haduh…haduh….”
“Hahaha…. Eh, duduk situ,yuk!” tunjuknya ke salahsatu bangku taman.
“Btw,nenangin diri buat apa?”
“Ya…. Buat apa,ya?? Gak tau juga…hehe” cengirku.
Kring….Kring….
“ Eh, Ar,sorry,bentar,ya…”
Aku hanya mengangguk sambil tersenyum sekilas.
“Hallo?”
Sayup-sayup terdengar suaranya.
“….”
Tak terdengar suara balasannya.
Tetapi, kenapa aku sangat penasaran dengan apa yang di bicarakannya? Padahal,aku nggak pernah sepenasaran ini buat ngetahuin pembicaraan orang laen…
Kenapa kalau sama Rio beda? Apakah cinta yang lama bersemi kembali? Apakah kenangan itu kembali lagi?
Ah….. terlalu cepat menyimpulkan!!
Segera kuusir pikiran yang melantur itu. Dengarlah! Dengar….
“Iya iya say…. Bentar lagi sampe’ kok…tenang ja…”
“……………”
“Iya…. Tunggu,ya cantik….”
Tuh,kan? Kamu tak seharusnya berpikir begitu,Ary! Tapi,tak dapat kupungkiri,kalau aku sedikit berbunga-bunga ketika dia menggombaliku. Hmm… mana yang bener nih??
Sibuk dengan fikiranku sendiri, membuatku tak sadar Rio sudah kembali duduk di sampingku.
“Ary?”
“Eh,Ary..ary… Ups…..”
Latahku keluar,duh….. mati aku! Malu banget nih!! Ujarku dalam hati.
Rio menatapku heran.
“Sejak kapan kamu latah?”
“Hehe,sejak……. Kelas 2 SMA….hehe” cengirku innocent.
“Oh….. gitu…. Eh, Ar, elo kalau misalnya di tinggal gmna? Gue dah di tungguin ni….”
“Oh…. Ya udah, elo duluan aja.gue masih pengen di sini.”
“Oyi deh, kalau gitu. Gue pergi dulu,ya?”
“Yo’a! Hati-hati!”
Akhirnya, aku sendiri lagi.merenung lagi….. pikiranku menerawang,teringat kejadian lalu,yang telah mengubah sebagian hidupku.kejadian yang mengubahku meenjadi latah,yang busa membawaku sampai di sini.
Hhh….. aku menghela napas.sesak rasanya ketika teringat kejadian-kejadian yang telah lalu…
Tanpa di sadari,ada yang memperhatikan Ary dari jauh…
Sudahlah!mungkin aku salah jika merenung di sini.karena,bukan ketenangan yang kudapat,malah,obrolan sama Rio…haha…. Aku tersenyum. Rio…Rio… beda banget sama yang dulu.dulu aja,dia cuek banget ma aku,cuman ketika menggombal aja dia romantis banget sama aku.sekarang,baru aku tau kalau dia memperhatikanku…..
Teringat Rio,jadi nggak ceria lagi…..
kurasa,dia udah punya pacar baru.yah… beruntunglah pacarnya itu. Rio sekarang beda sama Rio yang dulu.lebih perhatian,dewasa…..
Hey! Kenapa aku membahas Rio? Ada apa denganku?
Seakan baru sadar dari mimpi,aku berjalan cepat menuju halte.pulang.

Bulan-bulan berlalu….

Tibalah hari yang kunanti…..
LIBURAN….. sekalian kepulanganku untuk selamanya,soalnya,program petukaran mahasiswa ini hanya sampai satu tahun.
Yes!! Rencananya,aku langsung pulang ke Indonesia nggak mampir-mampir dulu…..tapi,sebelum itu,aku mau buka FB dulu,ah….
Tuing!
Asyik-asyiknya bermain FB,ada seorang yang mengajakku chatting. Ku lihat,oh,ternyata Billy.
Dia menanyakan kabarku.lalu menceritakan pengalamannya di belanda.dan dia memberituhuku tentang keberadaanya.di ingin bertemu denganku.Lalu,akupun menuruti keinginannya.kami berjanji bertemu di bawah jam bigben.pukul tiga sore waktu London.
Ku lihat jam yang tertera pada tiketku. Pukul 5 sore waktu London.haduh…. gimana nih? Mana ma Billy lagi ketemuannya…. Haduh…haduh….
Dengan cepat,aku beralih ke computer untuk membalas chatnya Billy.tapi…..olala… Billy udah offline lagi!! Duh………..
Ya udahlah…. Bismillah…..
Siang ini, aku langsung bersiap-siap untuk pulang dan bertemu Billy. Segera,aku meluncur ke jam bigben dan menunggu di sana.
Selang beberapa menit kemudian,Billy datang. Dia tersenyum.
“Hai,Ar!”
“Hai!”
“Udah lama?”
“Oh,nggak,baru aja kok!”
“Oh….. “
“Trus? Kita ketemuan mo bahas apaan Bill?penting ato nggak?”
“Penting,kok!penting….” ujarnya meyakinkanku.
“Ya udah,cepetan…. Jam lima gue dah harus di bandara…. Mo pulang nih!!”
“Iya..iya….”
“Ya udah,ayo cepet!” desakku.
“Gini,Ar, gue cinta ma elo.”
“Apa??”
“Gue cinta ma elo!”
“Ha???? Nggak salah tuh? Salah orang kali lo!”kataku tak percaya.
“Nggak Ar,gue nggak salah…. Lo mau nggak?!?!”
“Ya udah deh,gue mau.”
“Beneran?? Jangan bohong lho…..”
“Iya iya… gue bneran….”
“Elo di indo smpe’ kpn?”
“Ups! O ya…. Gue di indo slama.a Bill,jadi…..sorry.ya…”
“Oh nggak papa kok! Kita long distance aja.”
“Ya udah….” Ujarku sambil liat jam. 17.00 (waktu London)
“Waduh… gawat ni,gue harus sampe’ di bandara 30 menit lagi…. Sorry,ya bill,gue harus pergi.”
“Ya udah,mau gue anter?”
“Nggak!! “ ucapku spontan.
Billy menatapku kesal.
“Emmm… maksud gue,nggak usah,gue sendiri aja. Elo pulang duluan aja.”
“Oh….ya udah…. Hati,hati,ya beb!”
“Makasih,say..” senyumku (terpaksa)
Huft…… dengan hati yang berat,napas yang berat,beban yang berat,pikiran yang berat……
Aku melaju ke bandara.hiks….hiks….. selama perjalanan,aku menangis dalam hati… bohong tu gak enak,ya? Perutku sampai mual…..
Padahal,aku gak pernah suka ma yang namanya billy itu.haduh……
Kalut dengan pikiranku,sampai aku tak sadar menabrak seseorang.
“Aduh….. “
“Eh.. sorry,sorry…. Gue nggak liat…” ujarku penuh rasa bersalah.
“Nggak papa.sorry juga gue berdiri di tengah jalan..” ujarnya sambil menunduk untuk mengambil barangnya yang jatuh.
Akupun menunduk untuk membantunya mengambili barang.
“Nih yang terakhir.sorry banget ya!”ujarku sambil mendongak.
“Oh,ya nggak papa kok! Makasih juga dah di bantuin.” Ucapnya sembari memandangku.
Sesaat pandangan kami bertemu. Tapi hanya sebentar. Setelah itu,kami berdua memisahkan diri.
Berbulan-bulan kemudian…..
Jurusanku,jurusan orang-orang gila.yah,kujuluki seperti itu memang karena jurusan ini di huni oleh orang-orang gila…..
Hahaha….. gila itu karna orang-orang di sini (yang kebanyakan adalah sahabatku), hiper!
Ya,setiap ada sesuatu yang di anggap menarik,pasti mereka langsung hiper.orang gaul nyebutnya….. L-E-B-A-Y.Lebay. satu julukan lagi buat kaumku……. Haha…
Nama sebenernya jurusan sastra Indonesia.
Kenapa aku memilih masuk jurusan ini? Pasti banyak yang bertanya seperti itu. Yah,tak mengherankan….. karna,teman-temanku sesame lulusan IC,selalu menduduki jurusan kedokteran,hukum,teknik,mipa,manajemen,psikologi….. pokoknya yang jauh……. Dari bidang sepertiku. Nah jawabannya,karna aku cinta Indonesia…… haha…..
Bukan… jawabannya…… karna aku menghindari satu jurusan dengan teman-temanku,baik yang dari SMP maupun SMA.
Ah….. udahlah… malah bahas yang enggak-enggak!!!
Nah,jurusanku akan mengadakan tukar mahasiswa. Besok tanggal 25 september 2115. Dan,teman-teman mengharuskan aku ikut……
Besoknya…
Aku datang paling awal.tak tampak satupun batang hidung teman-temanku. Aku geram…
Awas aja kalau mereka datang telat!! Ancamku dalam hati. Selang satu setangah jam kemudian,ada seseorang yang datang. Aku menoleh. Dan…..dan…dan…. aku terbelalak.menatapnya tanpa kedip.itu kan……itu kan yang di bandara dulu! Pikirku mengira-ira.
Belum hilang rasa keingintahuanku,tepat setelah orang itu datang,berbondong-bondong teman-temanku datang.
Akhirnya,acara di mulai.
Sekarang,saat pemilihan mahasiswa duta pertukaran.(oh,ya,kami pertukaran dengan jurusan mipa).vooting pun di mulai…. Setelah selesai,hasil di bacakan.hasilnya dari jurusan mipa itu igi,dari jurusanku,aku sendiri.
Acarapun selesai….
Aku pulang dengan rasa yang bercampur aduk,antara,sedih,senang,penasaran.yah… aku di hinggapi penasaran,karna seorang cowok yang aku tabrak di bandara itu.Dia kakak tingkatku di jurusan pertukaran itu. Namanya Tio.
Kok aku tau? Iyalah….. soalnya,dia pembimbingku….

**************
Hari-hari yang kulalui menjadi istimewa.kau tau kenapa?
oh,iya,tentang billy gimana? Orang itu sekarang menjadi orang lain.dia udah kuputuskan minggu lalu. Sekarang sudah ada yang menghuni hatiku. Nah… kalian tahu,sekarang,jawaban dari pertanyaanku tadi? Ya, karena ada Tio di dekatku. Hari-hariku bersamanya,memang sebatas di dalam kampus.tapi,setiap aku ada di sekitar kampus,dia pasti ada.hingga suatu sore…..
saat aku baru kembali dari kampus,aku di cegat oleh adik tingkatku.namanya Tania.
“Kak Ary! Kak,aku punya berita….”
“Iya,iya… apa?”
“Beneran nih,kakak mau ndenger?”
“Iya…….emang apan sih,kayak.a penting amat?”
“Gini kak,ternyata,kak Tio yang sok cool itu,lagi nunggu seseorang,lho!!”
Langsung,hatiku gemetar….. oh,tuhan,jangan lagi………… rintihku diam-diam.
“Nunggu sapa?”
“Adik tingkatnya,kak D

 

3. Judul : Kaulah cinta nyata dan mayaku
Kategori : Cinta
Karya : Qaira Kingsley

“lu bilang deh ke bayu an”kata viea sobat gue siang itu di kantin kampus.
“gue gak berani vie,kan lu tau sendiri bayu udah nganggap gue adiknya
sendiri”bantahku
“trus mau sampai kapan lu mendem perasaan lu ke bayu??
“entahlah vie gue gak tau,biar waktu yang menjawabnya” jawabku dengan
nada pesimis,viea adalah sahabat ku sejak SMP sampai sekarang kita
sama-sama kuliah masih juga bersama.entah apa yang terjadi dengan
hatiku,aku jatuh cinta dengan lelaki yg telah menganggapku adiknya
sendiri dan disisi lain aku sudah mempunyai pacar,namun jauh di dasar
hatiku cinta ini miliknya bayu bukan putra.
Dan juga sudah berulang kali aku minta pada putra untuk putra tapi dia
hanya gak mau melepasku.banyak hal yg berkecamuk di kepalaku,aku
tundukan kepalaku di atas meja sampai aku rasakan sebuah tangan
merengkuh bahuku.
“dik,nanti kita masih ada les gitar loh,jangan telat ya?”suara bayu yg
renyah ngalahin krupuk gorengan mbok narti menggetarkan hatiku,uuuh
senangnya hatiku.
“oh iya kak,pulang dari kampus nanti adik ke rumahnya kakak.udah maem
siang belum?”tanyaku dengan senyum yg mengembang,sampai viea risih
lihat aku yg sok perhatian ke bayu.
“udah kok dik,hai viea apa kabar?”tanyanya ke viea saat dia lihat viea
di sampingku.
“i’m good.u?”jawab viea singkat
“sehat juga vie,btw tuh putra nyamperin kamu dik,kakak pergi dulu ya,lv u?
“lv u too kak”mukaku yang semula ceria kini kembali asem,entah kenapa
aku tidak bisa mencintai putra,huft only god knows.sebelum putra
sempat sampai di sampingku,aku ngajak viea lari ke kelas,viea yg tau
pun hanya nurutin mauku.
Hari terus berganti dan aku masih belum bisa menentukan antara bayu dan putra.
“hey kok ngelamun?”tanya bayu
“oh adik lagi bingung kak.”
“bingung kenapa dik?ada masalah ya sama putra?
“dia masih gak mau putus sama aku.
“loh kenapa dik kok mau putus sama dia!”terlihat  kaget kakakku dengan
kata-kataku.
“aku jatuh cinta sama orang lain kak.
“siapa dik?
“seseorang yang mampu memiliki hatiku,aku gak berani bilang ke
dia,karna bntar lg aku harus pindah ke luar kota.
“pindah kemana dik?
“ke bali kak.
***
Hari ini aku putus sama putra,seneng banget rasanya bisa putus sama
dia sebelum aku pindah kuliah entah apa yg merubah pikirannya dia
sampai mau untuk putus denganku.hari ini aku seneng dan juga sedih,
Seneng karna bisa putus sama putra,
Sedih karna aku harus pisah dengan viea dan bayu.
Setelah pindah kuliah aku sering menghabiskan waktuku di depan laptop,
Disanalah aku bisa chatting dengan bayu dan viea,
Tanpa ku sadari sudah hampir tahun baru,tambah nyesek rasanya
dadaku,sampai saat ini aku blum bilang ke bayu kalau aku suka sama
dia.malam ini entah kenapa bayu gak online,aku tetap menunggunya
sampai dia hadir,
Jam sudah menunjukan pukul 11.00 PM.
Dan aku di kagetkan oleh pesan dia yg dia kirim lemat inbox di facebookku,
“dik,besok gak boleh nyari akak ya?akak mau offline sampai tahun
depan,jaga diri ya adikku sayang?”airmataku seakan tak ingin
berhenti,aku menangis sejadiku,bagaimana mungkin dia offline dan
ninggalin aku.aku pun membalas pesan dia.
“iya kak,adik gak bisa bilang apa-apa,semakin aku banyak bicara
semakin airmataku tak berhenti mengalir,masih nyimpen lagunya avril
lavigne yg i will be gak,dengerin lagu itu ya,dan akak akan tau apa yg
mau aku bilang ke kakak.lv u so much”aku masih menangis sejadiku,aku
pun gak tau harus berbuat apa, hingga dia membalas pesanku.
“adik kenapa nangis,ada apa dik?bilang deh sama akak apa yg kamu rasain,hmm
“gak ada kak,adik mau nyanyi buat akak.
“lagu apa dik!
“ungu_sejauh mungkin.
Baiknya ku pergi tinggalkan dirimu sejauh mungkin untuk
melupakan,dirimu yg slalu tak perdulikanku,
Yg mencintaimu,yg menyayangimu.”aku pun mengetik lagu itu untuknya
dengan airmata yg mengalir seperti bendungan jatiluhur yg ambrol.
Tak lama kemudian dy pun membalas pesanku.
“jangan,jangan pergi lagi,kalau kamu mau pergi bawa hatiku
bersamamu,”aku terhenyak oleh kata-katanya.
“hatimu bukan untukku.
“hatiku untukmu tapi entah hatimu untuk siapa.
“buat kamu.
“andita,kamu mau gak jadi istriku?”pertanyaan dia begitu
mengejutkanku,aku baca lagi dan lagi sampai aku meyakinkan diriku
sendiri bahwa aku sedang tidak bermimpi, oh my god aku gak mimpi.
“iya kak,aku mau jadi istrimu,aku cinta kamu bayu samudra,
“aku juga cinta kamu andita marta rachmad.
“kamu adalah cinta nyata & mayaku bayu.

 

4. Judul : Egoku
Kategori : Percintaan, Remaja, Mengharukan
Penulis : Erisa Kiswardani/Aoicha Kawai

Aku menghela nafas dengan berat. Merasakan perihnya duri yang tertancap di hatiku. Lama aku termenung dalam kamar. Tak tau harus berbuat apalagi untuk mengobati rasa perih ini. Bibirku tertutup rapat. Mataku sayu tapi tak berani mengeluarkan air mata. Aku memang tak ingin menangis. Aku tak mau lemah. Tapi sakit, perih, sesak semakin memuncak di hatiku.

“jangan ngambek terus dong, Ris! Kamu kok jadi manja gini sih…” kata Aim dengan nada kesal.

“apa sih? Memangnya salah kalau manja?” jawabku nggak mau kalah.

“salah. Ini bukan Risa yang kukenal.”

“bilang aja kamu nggak peduli. Sana pergi! Nggak usah sok perhatian lagi sama aku.”

Kepingan cerita bersama Aim terbayang tanpa sadar. Aim memang hanya teman bagiku. Walau aku tak tau dia menganggapku sebagai apa. aku terlanjur terbiasa dengan semua perhatian yang dia berikan. Tapi entah kenapa aku tak pernah melihat semua kebaikannya. Mataku terlalu buta dengan sikap ego yang terus bersinggah di dalam diriku.

Kemudian kepingan kisahku yang lainnya terbayang secara bergantian. Kepingan bersama orang-orang yang telah menyayangiku dengan tulus tapi sedikitpun aku tak pernah melihat mereka. Melihat semua ketulusan yang harusnya kubalas dengan sepantasnya.

“kamu tau nggak? Walau aku sibuk tapi yang paling membuatku sibuk adalah memikirkanmu.” Kata kak Miftah dengan mengeluarkan jurus rayuannya.

“iyakah? Aku jadi pengen jatuh saking terharunya denger ucapan kamu, kak.” Kataku sambil nyengir kecut ketika menatap matanya.

Aku selalu menganggap semua kata-kata yang dilontarkannya hanyalah kebohongan. Itu terlalu berlebihan untuk cowok yang sudah memiliki pacar seperti kak Miftah. Aku heran kenapa dia melakukan hal bodoh yang hanya akan menjatuhkan harga dirinya. Pikir saja, dia sudah mempunyai pacar tapi masih menginginkanku? Yang benar saja!

“aku sayang Lia, Ris. Tapi aku juga sayang kamu. Aku nggak bisa lupain kamu sampai sekarang. Aku masih nggak rela lepasin kamu.” Kata Adit dengan nada lirih.

“huh, masih sayang malah jadian sama orang lain.” Kataku dengan ketus.

“kamu yang putusin aku kan? Aku jadian sama Lia awalnya Cuma buat lupain kamu!.”

“apa? jadi mau nyalahin aku ya?”

“huft.. iya maaf.. jangan marah lagi. Mau kan kamu tetep disampingku walau bukan jadi milikku?”

Aku menatapnya dan terdiam. Si mantan yang bodohnya masih menyimpan perasaan untukku. Walau aku pun masih menyayanginya. Otakku berputar dan muncul sebuah rencana untuk membalas semua kejahatan yang telah dia perbuat padaku. Aku tersenyum manis kepadanya. Senyum palsu untuk membuatnya menangis.

“Ris, beneran kamu nggak mau balikan sama Adit? Aku relain dia kalau kamu memang masih sayang.” Lia tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sebenarnya tak ingin kudengar.

“Aku memang masih sayang. Tapi aku nggak mau balikan.”

“kenapa?”

“aku nggak suka cowok gampangan.” Kataku ketus.

Semuanya teringat jelas dalam ingatnku. Dan itu membuatku sangat bersalah. Kesepian yang memuncak karena mereka mulai meninggalkanku. Dan kalut yang semakin menyertaiku. Mereka banyak berbuat baik padaku walau cacat sikap kadang muncul tapi apa yang telah aku lakukan untuk mereka? Aku merenung dan kembali berpikir. Air mata mulai menyapaku. Nggak! Nggak boleh lemah. Nggak boleh nangis! Teriakku dalam hati.

Aku membuka ponsel yang beberapa hari kubiarkan tergeletak di meja rias dengan keadaan non aktif. Dering SMS terus berbunyi ketika aku baru menyakan ponselku. Puluhan pesan masuk dalam kotak masukku. Perlahan aku membacanya satu per satu. Rasanya aku tak percaya. Mereka yang mengirim pesan padaku. Mereka yang kupikir jenuh kepadaku atas sikap ego yang selama ini hinggap dalam diriku. Dan yang membuat tak percaya lagi, mereka mengkhawatirkanku! Aku yang beberapa hari ini tak melihat dunia. Hatiku terenyuh.

Senyumku merekah saking senangnya. Semangatku perlahan bangkit. Otakku mulai rileks merangkai kata-kata maaf untuk mereka. Mengenyahkan egoku. Menghapus kesendirianku. Mengobati rasa bersalahku. Memperbaiki semuanya. Tak ada ego lagi. Tak ada dendam lagi. Janjiku dalam hati. Ya, kurasa aku tau apa yang akan aku lakukan setelah ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: