Tutorial

1. Cara Mengganti theme pada Xampp

Dalam tulisan ini akan dituliskan dua cara dalam mengganti theme menggunakan Xampp.

Install Theme dengan backend WordPress

  1. Silahkan jalankan program Xampp anda, kemudian aktifkan Apache dan MySql .
  2. Buka blog wordpress local anda ( http://localhost/wordpress/)
  3. Silahkan login ke admin blog wordpress lokal anda.
  4. Alihkan perhatian ke sebelah kiri, klik pada menu Appeareance kemudian klik sub menu Themes.
    themes menu wordpress
  5. Klik tab menu Install Themes, kemudian klik Upload.
    install themes wordpress
  6. Klik tombol Browse.. kemudian pilih file theme yang ingin anda pasang (file theme harus format .zip). Jika file theme sudah terpilih, klik tombol Install Now.
    install a theme
  7. Silahkan tunggu sampai proses selesai. Umumnya proses ini tidak memakan waktu yang lama karena masih dalam satu komputer.
  8. Apabila proses selesai, akan ada pilihan : Preview, Active, dan Return to Theme Page. Klik Active untuk mengaktifkan Theme tersebut.
    activate themes
  9. Selesai. Kini theme tersebut siap untuk di edit.

Install theme dengan langsung men copy paste data

Langkah 1

  1. Apabila theme yang mau di install masih terkompresi ( .zip), silahkan di ekstrak terlebih dahulu.
  2. Buka folder C:\xampp\htdocs\wordpress\wp-content\themes ( diasumsikan bahwa xampp di install pada drive C dan folder blog wordpress anda di namakan wordpress ). Copy folder theme yang mau di install, lalu paste pada folder C:\xampp\htdocs\wordpress\wp-content\themes tadi.
    install theme pada xampp
  3. Selesai.

Langkah 2

  1. Silahkan jalankan program Xampp anda, kemudian aktifkan Apache dan MySql .
  2. Buka blog wordpress local anda ( http://localhost/wordpress/)
  3. Silahkan login ke admin blog wordpress lokal anda.
  4. Alihkan perhatian ke sebelah kiri, klik pada menu Appeareance kemudian klik sub menu Themes.
    themes menu wordpress
  5. Theme yang tadi di masukan datanya akan muncul pada list theme yang bisa anda aktifkan.
  6. Klik Active untuk mengaktifkan theme tersebut.
  7. Selesai. Kini theme sudah berganti dan siap untuk di edit sesuka hati.

Mudah bukan? cara ini bisa juga untuk percobaan membuat theme sendiri. Selamat mencoba!

2. Tutorial WordPress : Cara    Memembuat Link Pada Artikel

 

April 20th, 2010 by in WordPress | 60 Comments

Tutorial WordPress : Cara Membuat Link Pada Artikel

Link adalah cara menghubungkan antara satu file dengan file lainnya.Atau bila kita membicarakan blog, link adalah sebuah kata atau kalimat yang menghubungkan antara satu halaman blog dengan halaman lainnya. Contoh misalkan seperti ini LINK , tulisan LINK tersebut bisa anda klik dan anda akan di bawa ke halaman blog yang lain.Pasti prinsip dasar link anda semua sudah tahu.

Sekarang saya akan mencoba menjelaskan bagaimana caranya menambahkan link pada artikel anda dengan memanfaatkan editor yang ada pada wordpress.Jadi anda tidak perlu memasukan kode-kode untuk menampilkan link pada artikel anda.Berikut penjelasannya.

1.Masuk ke wp-admin.

2.Masuk ke menu Posts klik Add New.

3.Setelah itu anda tulis satu kata, misalkan klik disini .Kemudian anda blok tulisan “klik disini” tersebut, lihat gambar di bawah ini.

4.Kemudian anda klik pada simbol yang seperti gambar rantai pada editor anda.

5.Lalu anda akan di bawa pada halaman dimana anda hanya tinggal memasukan alamat link yang akan anda gunakan.

Link URL : Isi dengan url( alamat link ) yang akan anda gunakan

Target : Bila anda ingin link begitu di klik akan membuka halaman baru pilih “open link in a new window”.

Title : Isi dengan judul dari url anda

Class: Biarkan saja seperti itu.

Selesai. Hasilnya akan jadi seperti ini “Klik disini“.

3.Perbedaan wordpress.com dan wordpress.org

wordpress

Perbedaan wordpress.com dan wordpress.org – Bagi mereka yang masih tergolong baru didunia blog, seringkali merasa kebingungan akan istilah wordpress.com dan wordpress.org. Lalu sebenarnya apakah wordpress.com dan wordpress.org itu sama atau berbeda?

Mungkin ini yang disebut dengan “serupa tapi tak sama”, wordpress.com dengan wordpress.org itu adalah dua hal berbeda antara satu dengan yang lain.  Mari sedikit mencermati akan dua istilah tersebut :

Perbedaan wordpress.com dan wordpress.org

WordPress.com adalah penyedia blog gratis atau istilah asingnya free blog provider. Software blog yang digunakan adalah wordpress. Di wordpress.com anda dapat membuat blog tanpa harus mengeluarkan biaya sedikitpun alias gratis, anda tidak perlu membeli nama domain atau hosting. Yang perlu anda lakukan hanyalah mendaftar dan ciptakan blog anda sesuai dengan langkah-langkah yang telah di tentukan wordpress.com. WordPress.com memang situs resmi pihak pengembang software wordpress.

WordPress.org adalah penyedia software gratis untuk membuat blog, software blog itu sendiri dinamakan dengan wordpress. Siapapun boleh mengunduh atau mendownload software wordpress tersebut lalu menggunakannya sebagi software blog. Secara singkat, apabila anda ingin membuat blog menggunakan software wordpress, anda tinggal mendownload software wordpress di wordpress.org kemudian menginstall nya pada hosting yang anda miliki, baik pada hosting berbayar ataupun hosting gratis. Namun, blog anda tidak ada hubungannya dengan wordpress.com. Membuat blog menggunakan software wordpress yang didapat dari wordpress.org lebih dikenal dengan istilah wordpress self hosting atau wordpress hosting sendiri.

Dari kedua perbedaan tersebut, tentu ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing baik itu membuat blog di wordpress.com atau menggunakan software dari wordpress.org. Berikut adalah sedikit ulasan tentang kelebihan dan kekurangan antara wordpress.com dengan wordpress.org.

Kelebihan WordPress.com

  1. Untuk membuat blog di wordpress.com tidak perlu pusing untuk menginstall software wordpress, anda cukup mendaftar dan menciptakan blog anda sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan oleh wordpress.com
  2. Apabila anda membuat blog di wordpress.com maka tidak perlu membeli nama domain untuk blog anda tersebut, karena akan secara otomatis menggunakan subdomain dari wordpress.com. Contoh alamat blog yang menggunakan wordpress.com : amen24.wordpress.com. Walaupun demikian, apabila suatu saat anda ingin mengganti alamat tersebut dengan nama domain yang anda miliki, anda dapat melakukan hal tersebut dan istilah ini dikenal dengan domain mapping. Selain itu, andapun tidak perlu memikirkan masalah hosting, karena lagi-lagi ini diberikan secara gratis.



Kekurangan WordPress.com

  1. Tidak dapat install Plugin. Dalam banyak keadaan, seringkali kita memerlukan plugin yang mempunyai fungsi khusus untuk memenuhi kebutuhan, namun itu tidak dapat dilakukan di wordpress.com, anda hanya bisa menggunakan fungsi-fungsi yang sudah disediakan saja.
  2. Tidak dapat install theme / tema. Tampilan blog terkadang merupakan hal yang penting sebagai gambaran si pemiliknya, di wordpress.com anda hanya diizinkan memilih tema yang sudah disediakan. Apabila anda ingin menggunakan tema sendiri, anda harus melakukan upgrade dan membayar sejumlah biaya.
  3. Fungsi javascrip di nonaktif. Dalam beberapa kesempatan, terkadang kita perlu memasang fungsi javascript di blog kita seperti widget-widget yang bertebaran di internet, namun di wordpress.com tidak dapat di lakukan karena telah di nonaktifkan. Apabila anda memasukkan javascript maka fungsi script tersebut tidak akan berjalan sesuai dengan fungsinya.
  4. Terikat dengan peraturan wordpress.com. Gratis bukan berarti bebas melakukan apa saja, akan tetapi anda harus mentaati peraturan yang telah di tetapkan oleh pihak wordpress. Apabila anda melakukan pelanggaran akan peraturan yang ada, maka bersiap-siaplah blog anda akan di tutup oleh pihak wordpress.com.
  5. Kurang di percaya. Dalam beberapa keadaan, katakan saja blog untuk berjualan, umumnya blog yang menggunakan domain dan hosting sendiri lebih dipercaya oleh calon pembeli dibanding menggunakan yang gratisan.

Kelebihan WordPress.org (WordPress hosting sendiri)

  1. Dapat install plugin secara bebas.
  2. Dapat install theme / tema secara bebas.
  3. Javascript berfungsi secara normal.
  4. Tidak terikat dengan peraturan wordpress.com. Walaupun blog anda menggunakan software wordpress, namun blog anda tidak ada hubungannya dengan wordpress.com, oleh karenanya anda tidak terikat oleh aturan wordpress.com. Walau demikian, anda tentunya terikat dengan peraturan perusahaan hosting dimana anda menyewa hosting.
  5. Lebih di percaya.

Kekurangan WordPress.org

  1. Harus install software wordpress sendiri. Semua dilakukan oleh anda sendiri, oleh karenanya diperlukan pengetahuan tentang instalasi wordpress.
  2. Harus mengeluakan biaya membeli domain dan hosting (walaupun tentu ada juga domain dan hosting gratis yang bertebaran di internet).

Dari sedikit keterangan diatas, tentu anda dapat mempertimbangkan mana yang cocok untuk diri anda.

Sebagai pemberitahuan bahwa KR Tutor Plus untuk kedepannya hanya akan membahas tentang cara membuat blog dengan menggunakan wordpress.org. Kenapa wordpress.com tidak di bahas? Karena nanti akan ada pembahasan cara membuat blog dengan blog detik yang notabene blog detik pun menggunakan software wordpress.

4.Cara mengatur tampilan dashboard wordpress

Cara mengatur tampilan dashboard wordpress – Akhirnya Kang Rohman mulai menulis mengenai panduan wordpress, setelah sebelumnya berkutat seputar domain serta hosting yang tiada lain agar ada benang merah bagi anda yang benar-benar baru dengan wordpress.

Mengawali artikel mengenai panduan wordpress, kali ini akan di bahas tentang bagaimana cara mengatur tampilan dashboard wordpress. Anda tau tidak apa itu dashboard wordpress?

Pengertian secara awam, dashboard wordpress merupakan halaman yang anda lihat ketika melakukan login ke area admin blog wordpress. Pada saat anda login, akan terlihat widget-widget berisi informasi seputar Right Now, Recent Comments, Incoming Links, Plugins, QuickPress, Recents Draft, WordPress Blog, dan Other WordPress News. Berikut contoh tampilan dashboard wordpress :

dashboard wordpress
Widget-widget tersebut bertujuan untuk memberi informasi secara cepat kepada anda. Namun, karena ketertarikan setiap pemilik blog tentu saja berbeda, terkadang info yang tersedia dirasa tidak di perlukan. Dari hal tersebut, wordpress memberikan keleluasaan terhadap anda, widget mana saja yang ingin di tampilkan ataupun di sembunyikan pada halaman dashboard.

Cara mengatur tampilan dashboard wordpress

Berikut adalah cara mengatur tampilan dashboard wordpress secara lebih detil :

  1. Silahkan login ke area admin blog wordpress anda.
  2. Klik menu Screen Option yang ada di sebelah kanan atas layar monitor. wordpress screen option
  3. Disini anda dapat memilih widget mana yang ingin di tampilkan atau tidak di tampilkan. Pada Show on screen, hilangkan tanda centang pada informasi yang tidak ingin di tampilkan. Pada Screen Layout pilih tampilan yang diinginkan.  screen options
  4. Klik kembali tombol Screen Options untuk menutup opsi pengaturan.
  5. Selesai.

Menampilkan banyak widget pada dashboard wordpress, berakibat pada loading dashboard yang akan sedikit lambat. Oleh karena itu, ada baiknya anda hanya menampilkan widget yang dianggap perlu saja.

Semoga informasi ringan mengenai cara mengatur tampilan dashboard wordpress ini akan ada sedikit manfaat yang bisa anda ambil.
5. Toolbox Coreldraw dan Fungsinya
Publish: 18 September 2011 | Author & Copyright: Johan | Status: FREE tutorial

Pada toolbox terdapat berbagai peralatan untuk menggambar atau membuat desain. Letak Toolbox Coreldraw bisa anda lihat di Layout Coreldraw Ikon-ikon yang tampil hanyalah sebagian dari yang ada. Dengan banyaknya icon di toolbox kita tentu bertanya – tanya, apa sih fungsi tool – tool ini, bagi yang penasaran marilah baca penjelasan tentang fungsi toolbox Corel berikut ini
proprietary by ilmugrafis.com
Untuk melihat ikon-ikon yang tersembunyi, klik pada ikon dengan durasi waktu yang agak lama, maka akan tampil ikon-ikon yang tersembunyi. Berikut ini tampilan ikon Toolbox dan penjelasannya:

toolbox coreldraw

1. Pick Tool = Untuk menyeleksi, mengubah ukuran, dan juga memutar arah objek gambar.
2. Shape Edit
a) Shape : Menyunting bentuk objek gambar.
b) Smudge Brush : Mengubah / mendistorsi keseluruhan gambar dengan menarik garis tepinya.
c) Roughen Brush : Mengubah / mendistorsi keseluruhan outline bentuk gambar dengan menarik garis tepinya.
d) Free Transform Tools : Mengubah objek gambar menggunakan rotasi(pemutaran posisi) bebas, rotasi sudut, mengubah ukuran dan, dan juga memiringkan bentuk gambar.
3. Crop Tool
a) Crop : Menghilangkan bagian yang tidak diinginkan dalam objek.
b) Knife : Mengubah / mendistorsi keseluruhan gambar dengan menarik garis tepinya.
c) Erase : Menghapus area dalam gambar.
d) Virtual Segment Delete : Menghapus suatu bagian objek yang berada dalam persinggungan(interseksi).
4. Zoom
a) Zoom : Mengubah perbesaran gambar dalam jendela gambar.
b) Hand : Mengatur bagian gambar yang tampil di dalam jendela gambar.
5. Curve
a) Freehand : Menggambar segmen atau kurva dalam bentuk garis tunggal.
b) Bezier : Menggambar kurva dalam bentuk garis tunggal per titik (node).
c) Artistic Media Tool : Memunculkan fungsi pembuat bentuk(pena), seperti brush(efek kuas dengan pola pulasan tertentu), Sprayer(efek cat semprot), Calligraphic(efek pena kaligrafi), dan Pressure(efek pena teknik yang akan membentuk garis tepi tanpa lengkung).
d) Pen : Menggambar kurva dalam sebuah segmen pertitik(node).
e) Polyline : Menggambar garis dan kurva dalam modus preview.
f) 3 Point Curve : Menggambar kurva dengan menentukan titik awal dan akhir, lalu titik pusat kurva.
g) Interactive Connector : Menggabungkan dua objek dengan sebuah garis.
h) Dimension : Menggambar garis secara vertical, horizontal, bersudut, dan miring.
6. Smart Tools
a) Smart Fill : Untuk menciptakan objek dari sebuah area lalu mengisikannya dengan warna atau tekstur.
b) Smart Drawing : Untuk mengubah coretan pointer yang anda gambar ke bentuk dasar atau bentuk yang wujudnya lebih halus.
7. Rectangle
a) Rectangle : Untuk membentuk segi dan kotak.
b) 3 Point Rectangle : Untuk membentuk segi dan kotak dengan menyusunnya per titik.
8. Ellipse
a) Ellipse : Untuk menggambar elips dengan lingkaran.
b) Hand : Mengatur bagian gambar yang tampil di dalam jendela gambar.
9. Object
a) Polygon : Untuk membentuk polygon dan bintang secara simetris.
b) Star : Untuk membentuk bintang.
c) Complex Star : Untuk membentuk bintang dengan bentuk yang lebih kompleks dengan persinggungan sudut.
d) Graph Paper : Untuk membentuk serupa tabel atau susunan kotak-kotak seperti pada kertas gambar teknik.
e) Spiral : Untuk membentuk spiral(per) secara simetris dan logaritmis.
10. Perfect Shapes
a) Basic Shapes : Menyediakan aneka bentuk jadi seperti segidelapan, smiley face, hingga segitiga.
b) Arrow Shapes : Untuk memudahkan menggambar bentuk tanda panah dengan aneka variasi bentuk, arah, dan jumlah kepala panah.
c) Flowchart Shapes : Untuk memudahkan menggambar bentuk flowchart(bagan).
d) Banner Shapes : Untuk memudahkan menggambar bentuk pita dan symbol ledakan.
e) Callout : Untuk memudahkan menggambar bentuk balon bicara dan label.
11. Text Tool = Untuk membuat teks langsung di area gambar baik yang berfungsi sebagai teks artistic
maupun keterangan.
12. Interactive Tools
a) Interactive Blend : Untuk membentuk segi dan kotak
b) Interactive Contour : Untuk membentuk segi dan kotak dengan menyusunnya per tit
c) Interactive Distortion : Untuk mendistorsi objek secara push/pull, zipper, dan twister.
d) Interactive Drop Shadow : Untuk menyisipkan bayangan ke dalam objek.
e) Interactive Envelope : Untuk mengubah bentuk objek dengan menarik titik(node) pada outline.
f) Interactive Extrude : Untuk membentuk ilusi kedalaman pada objek.
g) Interactive Transparency : Untuk menyisipkan efek transparan pada objek.
13. Eyedropper
a) Eyedropper : Untuk menyeleksi dan menyalin property yang terkait dari sebuah objek, seperti warna(isi dalam objek), garis, ketebalan garis, ukuran, dan efek.
b) Paintbucket : Untuk menerapkan property yang terkait dari sebuah objek, seperti warna(isi dalam objek), garis, ketebalan garis, ukuran, dan efek; yang diambil lewat eyedropper tool, ke objek lainnya.
14. Outline
a) Outline Pen Dialog : Untuk mengakses boks dialog outline pen.
b) Outline Color Dialog : Untuk mengakses boks dialog pengaturan warna outline.
c) No Outline : Untuk menghilangkan outline dari sebuah objek.
d) ½ Point Outline : Untuk membentuk ketebalan garis ½ point.
e) 1 Point Outline : Untuk membentuk ketebalan garis 1 point.
f) 2 Point Outline : Untuk membentuk ketebalan garis 2 point.
g) 8 Point Outline : Untuk membentuk ketebalan garis 8 point.
h) 16 Point Outline : Untuk membentuk ketebalan garis 16 point.
i) 24 Point Outline : Untuk membentuk ketebalan garis 24 point.
j) Color Docker Window : Untuk membuka docker untuk pengaturan warna dan outline objek.
15. Fill Tools
a) Fill Color Dialog : Untuk mengakses boks dialog pengaturan cat(pengisi bagian dalam objek) dari sebuah objek.
b) Fountain Fill Dialog : Untuk mengakses boks dialog pengisi warna dan gradasi ke dalam objek.
c) Pattern Fill Dialog : Untuk mengakses boks dialog pengisi pola ke dalam objek.
d) Texture Fill Dialog : Untuk mengakses boks dialog pengisi tekstur ke dalam objek.
e) Post Script Fill Dialog : Untuk mengakses boks dialog pengisi gambar post-script ke dalam objek.
f) No Dialog : Untuk menghilangkan unsur pengisi dari sebuah objek.
g) Color Docker Window : Untuk membuka docker untuk pengaturan warna dan outline objek.
16. Interactive Fill
a) Interactive Fill : Untuk mengisi aneka fill(pengisi objek) ke dalam sebuah objek.
b) Interactive Mesh : Untuk menerapkan garis-garis jejaring pada objek. semoga bermanfaat

Demikian penjelasan mengenai kegunaan dan fungsi Toolbox Coreldraw, untuk lebih jelasnya dapat anda coba – coba sendiri dengan mempraktekkan tutorial – tutorial yang ada di ILMUGRAFIS ini. Untuk mempercepat kerja anda juga bisa belajar menghafal shortcut coreldraw yang dapat anda pelajari di Kumpulan Shortcut Corel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: